Langsung ke konten utama

Postingan

Senandika

Semua yang tertanam masih ada kemungkinan akan tercerabut. Semua yang tersembunyi cepat atau lambat akan terlihat. Maka bukalah topengmu , tampakkan wajahmu dengan percaya dirimu. Hancurkan kesombongan-kesombongan yang menguasai hatimu. Hempaskan dendam setinggi-tingginya kemudian pukullah sekeras-kerasnya sampai ia hilang tertelan bumi.   Runtuhkanlah egomu dan akhiri segala dendam yang selama ini kau tanam. Seperti ranjau yang apabila terinjak akan meledak saat itu juga, aku tak ingin melihat kau terluka berdarah-darah. Kalaupun luka itu ringan, kau pasti tak akan pernah menginjakkan kaki di tempat yang sama—tempat yang di dalamnya memendam senjata mematikan.  Aku melihat semangat yang kau bangun mulai memudar. Terhapus oleh keangkuhan dan keegoisan yang makin menjadi-jadi. Wajah yang penuh amarah menjadi pandangan wajib tatkala kau ‘harus’ bertatap muka dengan manusia-manusia itu. Harusnya kau mampu menahan amarahmu dan memberikan sedikit sunggingan seny...

Fragmen

Tulisan-tulisan memang menggerakkan ingatan: undangan dengan suluh kata untuk memendarkan nalar-imajinasi. Mozaik pengisahan mengartikan ada penghampiran atas bilik-bilik kesejarahan diri. Sepenggal biografi dialamatkan untuk kita sebagai sapaan dan renungan. Agenda merawat ingatan itu bakal menapaki zaman: memberi diri demi selebrasi biografi manusia. (Bandung Mawardi, Mengenang, hal 6, 2012) Juli selalu mampu menghempaskanku ke dimensi silam. Menahanku di sana untuk menikmati setiap desiran rasa yang menyergap. Merangkai mozaik yang tercecer dari setiap sendi kehidupan yang terukir dalam sejarahku sendiri. Aku tak mau tapi aku tak kuasa menolak. Semakin merasuk Aku tersandera oleh ingatanku sendiri.  Masa itu benar-benar panjang, sebuah proses yang pantang untuk dilupakan. Sebuah masa yang memberikan kenangan tersendiri, fragmen kehidupan yang duduk manis dalam sekat ingatan yang tak ingin digubris.  Masa kecilku biasa-biasa saja, tak ada yang istimewa da...

Kilas Balik

Salam. Kalian tau bahwasanya Ramadhan adalah bulan puasa?. Oke bagus. Seperti prakiraan, penetapan awal Ramadhan tahun ini berbeda. Ada yang puasa hari Sabtu karena menurut perhitungan sudah masuk bulan baru, ada pula yang puasa hari Ahad karena Jumat sore belum terlihat hilal hingga bilangan Sya’ban disempurnakan 30 hari. Aku, setelah mengamati data   dan kursus kilat ketrampilan ilmu astronomi, memutuskan untuk puasa hari Senin. Apa yang menarik dari Ramadhan? Banyak. Tidak perlu Aku sampaikan disini. Materinya sudah Aku persiapkan untuk jadwal kultum tarawih. Saksikan penampilan saya di masjid-masjid terdekat di kota Anda. Untuk dukungan silakan ketik Reg spasi....halah. Terdampar di Tirtonadi Ramadhan selalu menyisakan cerita. Tahun 2012, saat Aku masih unyu-unyunya, Ramadhan menjadi saksi   Aku pernah terdampar di Terminal Tirtonadi, Solo. Saat itu belum kepikiran untuk membuat prasasti kenang-kenangan, sih. Jadi tak ada bukti otentik.Tapi ini bener...

MATI : Cerita Pendek

Zain, begitu orang biasa memanggilnya. Nama lengkapnya Zainal. Pemuda yang cerdas, baik hati dan tidak sombong. Kalau rajin menabung atau tidak, penduduk kampung tidak tahu-menahu.  Suatu malam Zain naik ke atas genteng. "Mau tidur di atap, sekalian nunggu barangkali ada pelangi di malam hari. Tidur di kasur udah biasa.". Begitu katanya saat ditanya oleh ibunya.  Naas, saat Zain baru menapakkan kaki di genteng, seekor laron tiba-tiba menubruknya dengan keras. Zain yang posisinya belum seimbang terang saja langsung terpental jauh.  Brukkk!!! Suara laron terjatuh. Seketika pingsan.  Sepersekian milidetik kemudian Gubrak!!! Tubuh Zain jatuh.... Tepat dalam dekapan sayap sang laron. Dan akhirnya sang laron pun MATI!!! Sekian!

Tuhan-Tuhan Kecil

Sebagian manusia dengan segala kelebihannya sadar atau tidak menjelma menjadi Tuhan-Tuhan kecil. Mengatur seenak hati, segala omongannya harus dituruti, dan antikritik. Mengklaim apa yang keluar dari mulutnya adalah kebenaran dan harus diyakini,diperhatikan,diamalkan. Tanpa mereka sadar bahwa manusia punya banyak kekurangan. Orang-orang seperti ini selalu mengedepankan ego. Ingin selalu didengarkan, ingin selalu diperhatikan, ingin ditempatkan diposisi tertinggi. Tapi disaat bersamaan mereka menutup telinga dari pembicaraan orang luar, acuh terhadap sekitar dan menginjak-injak harga diri orang lain. Bicara masalah perasaan tapi menyakiti perasaan manusia lainnya. Ada semacam inkonsistensi disini. Mungkin mereka lupa bahwa bukan cuma mereka yang memiliki perasaan. Orang lain juga. Antikritik. Mungkin karena pandangan subyektifnya merasa benar maka segala tindak tanduknya dianggap juga benar. Ketika ada teguran dianggap angin lalu saja. Yang lebih parah adalah ketika dit...

BIAR

Senandung pagi yang indah hadir disini Memberi warna berbalut mentari Jauh disana bayangmu Tak mampu ku meraih Tolong, ulurkan tanganmu Lambat.. lesu..letih Berjalan terjatuh, tertatih Bangkit, berjinjit, berlari Ah, semua sama saja Tak berhasil Tak ada hasil Bayangmu tetap disana Terdiam, tertunduk, menangis Tertawa,   gembira Ah sudahlah..